Resensi Buku Kumpulan Puisi "Bulu Matamu: Padang Ilalang" Karya Joko Pinurbo
Judul :
Bulu Matamu : Padang Ilalang
Pengarang :
Joko Pinurbo
Penerbit :
DIVA Press
Tahun terbit :
Oktober, 2019
Tebal :
62 halaman
Bulu
Matamu : Padang Ilalang merupakan buku kumpulan puisi karya Joko Pinurbo. Joko
Pinurbo adalah seorang penulis yang lahir di Sukabumi, 1 Mei 1962. Ia tinggal
di Yogyakarta. Joko Pinurbo sudah belajar sastra sejak ia duduk di bangku SMA.
Ia mulai dikenal sebagai penyair setelah ia menerbitkan buku puisi berjudul
Celana pada tahun 1999. Karyanya sudah banyak diterjemahkan dalam bahasa
Inggris, Jerman, dan Mandarin.
Buku
yang saya baca merupakan edisi yang kedua dimana penulis melakukan sedikit
penyuntingan ulang dan penambahan puisi yang belum termuat dalam
edisi sebelumnya. Bulu Matamu : Padang Ilalang memuat tiga puluh dua puisi.
Puisi itu ditulis di awal kepenyairan Joko Pinurbo. Puisi-puisi dalam buku ini
dikatakan tidak semegah karya puisi Joko Pinurbo dalam bukunya yang berjudul
Celana. Joko Pinurbo sendiri mengatakan bahwa puisi-puisi dalam buku ini adalah
sisihan saat ia memilih puisi untuk dimasukkan dalam buku kumpulan puisi Celana.
Puisi
yang ditulis Joko Pinurbo di buku ini ada yang panjang pun ada yang singkat.
Bebrapa puisi panjang dalam buku ini antara lain “MEMBACA KORAN PAGI”,
“PERGINYA ZARAH”, dan “KISAH ISMA”. Puisi tersebut memiliki benrukan seperti
bab-bab dalam novel. Salah satu puisi yang saya suka dari buku ini adalah yang
berjudul “DAN MALAM PUN TIBA”
Dan malam pun tiba. Kata-kata kukembalikan
Pada asalnya hingga yang tertinggal
Di bibir kelu ini hanyalah puisi.
Kata-kata sering berkhianta kepada hati.
Kemolekannya telah mengubah nyanyian murni
Seorang bayi menjadi teror dan air mata.
Dan kata-kata pun akhirnya bunuh diri
Sebab tak tahan lagi bertarung melawan
sepi.
Maka di bawah langit yang diam
Kita reguk cahaya bulan dalam hangat dan
bisu.
Biarlah hati kita saling bercakap
Dan mengucapkan kata rindu.
Terimalah sajakku dalam bahasamu.
(1989)
Untuk
fisik buku ini, Bulu Matamu : Padang Ilalang memiliki sampul yang menarik dan
kertas yang tebal sehingga terkesan mahal.

Komentar
Posting Komentar