Resensi Cerpen "Kekasih Bulan Sepenggal" Karya Eka Kurniawan



Kekasih Bulan Sepenggal merupakan salah satu puisi karya Eka Kurniawan. Eka Kurniawan adalah seorang penulis Indonesia yang lahir di Tasikmalaya, 28 November 1975. Selain menulis novel, ia juga sering menulis cerita pendek. Salah satu cerita pendeknya yang berjudul Kekasih Bulan Sepenggal pernah termuat dalam koran Kompas pada tahun 2004.

Cerita ini sangat kental dengan kebudayaan Indonesia yang masih menggunakan kekuatan dukun. Perempuan manis berlesung pipit harus menjadi tumbal oleh ayahnya sendiri. Ayah si lesung pipit terpatok ular saat hendak ke mata air. Untuk meminta bantuan, ia pergi ke seorang dukun. Namun, sang dukun mempunyai syarat untuk membantu menyembuhkan ayah lesung pipit. Ia ingin membuat bunting lesung pipit. Karena sudah tidak kuat dengan bisa ular yang melumat tubuhnya, ayah lesung pipit menyetujui syarat dari dukun tersebut. Setelah mengucap perjanjian, ayah lesung pipit pulang dan memberi tahu bahwa lesung pipit harus kawin dengan sang dukun. Lesung pipit yang tidak sudi, akhirnya mempunyai ide agar bisa terlepas dari dukun itu. Ia menghampiri bebrapa pemuda di suatu malam dan mengajak mereka bercinta. Setibanya hari dimana lesung pipit dan dukun itu kawin, sang dukun murka karena lesung pipit sudah tidak lagi perawan. Lesung pipit ditalak dan keluar dari rumah dukun tersebut. Ia pergi ke tempat antah berantah karena ayahnya pun pasti tidak akan mau menampungnya lagi.

Cerits pendek ini menggunakan alur campuran. Di awal cerita, disuguhkan situasi saat lesung pipit kawin dengan sang dukun. Lalu mundur menceritkan tragedi ayah lesung pipit yang membuat lesung pipit harus kawin dengan sang dukun. Dan adegan terakhir menceritakan saat lesung pipit pergi dari rumah karena sudah ditalak sang dukun.

Budaya Indonesia tampak kental di dalam cerita ini. Dimana seseorang masih pergi ke dukun untuk menyembuhkan penyakitnya. Di zaman sekarang, sudah ada dokter yang bisa mengobati tanpa harus melakukan perjanjian dengan hal-hal ghaib.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Puisi "Kerendahan Hati" Karya Taufik Ismail

Resensi Novel "Sekali Peristiwa di Banten Selatan" Karya Pramoedya Ananta Toer

Resensi Buku Kumpulan Puisi "Melipat Jarak" Karya Sapardi Djoko Damono