Resensi Cerpen "Perempaun Pata Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi" Karya Eka Kurniawan


            
            Cerita pendek Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi merupakan salah satu cerpen karya Eka Kurniawan. Eka Kurniawan memang terkenal dengan cerpen-cerpen buatannya. Cerpen ini pernah terbit di Koran Kompas Edisi 18 November 2012.

            Dalam cerpen ini, diceritakan seorang perempuan bernama Maya yang ditinggal pergi oleh calon suaminya tepat di malam pernikahan. Kekasihnya itu memilih kabur dengan sahabat Maya dan meninggalkan sepucuk surat pengakuan. Keluarga Maya harus menanggung malu karena undangan memang sudah tersebar. Maya sempat mengiriskan pergelangan tangannya namun berhasil di bawa ke rumah sakit. Semenjak saat itu Maya terus diawasi oleh keluarga. Di masa pengobatannya, Maya mendapatkan mimpi bertemu seorang yang kelak menjadi kekasihnya. Mimpi itu datang lagi di malam berikutnya. Maya berpikit bahwa mimpi itu adalah sebuah pesan dan ia harus mencari lelaki di dalam mimpinya itu. Setelah keadaannya membaik, Maya memutuskan kabur dari rumah untuk mencari tahu kebenaran mimpinya. Di mimpinya dikatakan, bahwa lelaki itu tinggal di Pangandaran. Walaupun sempat ragu bahwa mimpinya mungkin hanya omong kosong, tetapi akhirnya Maya tetap mencari tahu keberadaan lelaki yang dimimpinya sering bermain anjing di pesisir pantai. Maya mendapatkan dua pantai yang saling berhadapan. Maya pun mulai melakukan pencariannya. Berhari-hari ia menunggu dan mencari namun hasilnya mengecewakan. Hingga pada akhirnya ia putus asa dan memutuskan mejatuhkan diri ke laut dari atas tebing. Maya ditemukan terdampar dan ditolong oleh perempuan tua yang bernama Sayuti. Setelah baikan, Maya menceritakan alasannya datang. Sayuri pun menyadari bahwa kisah Maya sama persis dengan kisah cucu laki-lakinya yang juga mendapatkan mimpi. Cucunya kini sedang pergi ke kota untuk mencari calon kekasihnya. Dari arah pintu datanglah seekor anjing dan Maya menyadari ia telah menemukan lelaki itu.

            Cerita ini dikemas dengan secara menarik dengan mengangkat konflik yang sederhana. Orang-orang mungkin pernah mendapatkan mimpi yang aneh berulang-ulang tapi kebanyakan dari mereka tidak peduli dan tidak mencari tahu seperti Maya dan laki-laki pada cerpen ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Puisi "Kerendahan Hati" Karya Taufik Ismail

Resensi Novel "Sekali Peristiwa di Banten Selatan" Karya Pramoedya Ananta Toer

Resensi Buku Kumpulan Puisi "Melipat Jarak" Karya Sapardi Djoko Damono