Resensi Cerpen "Sisa Badai di Sepasang Mata" Karya Puthut E.A.



Sisa Badai di Sepasang Mata merupakan salah satu cerita pendek karya Puthut E.A., ia adalah penulis Indonesia yang lahir di Rembang, Jawa Tengah pada tanggal 28 Maret 1977.

Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama Aku. Di dalam cerita ini terdapat tiga tokoh yaitu Aku, Dia, dan seorang bapak-bapak. Menceritakan Aku yang pindah ke sebuah kampung. Di depan rumahnya barunya merupakan rumah yang pemiliknya jarang sekali keluar. Bahkan warga sekitar tidak menganggap pemilik rumah itu ada. Ia merupakan seorang laki-laki yang hanya keluar pada malam hari. Si Aku memperhatikan matanya seperti bukan mata orang hidup melainkan layaknya orang mati. Aku merasa diteror oleh sepasang mata itu. Suatu hari Aku pergi ke kota lalu bertemu seorang bapak-bapak berkumis putih yang ternyata warga desa yang ditempati oleh Aku. Bapak-bapak itu bercerita bahwa banyak warga di desa tersebut yang rela menjual tanah dan pohonnya untuk membeli kebutuhan seperti TV, sepeda motor, dan lain-lain. Setelah banyak berbincang, Aku terperanjat seperti diingatkan dengan cepat Aku meraba tas di sampingku. Senja mulai gelap, bapak-bapak itu pergi dan Aku mulai gemetar. Pandangan mata Aku tertuju pada sepasang mata yang ia takuti belakangan ini.

Di dalam cerita ini penulis memberi tahu bahwa kini masyarakat sudah banyak yang enggan menjaga lingkungan. Demi memenuhi kebutuhannya, mereka rela menjual tanah dan pohon mereka yang seharusnya dilestarikan. Cerita ini menarik, namun saya masih bingung dengan tokoh yang mempunyai sepasang mata menyeramkan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Puisi "Kerendahan Hati" Karya Taufik Ismail

Resensi Novel "Sekali Peristiwa di Banten Selatan" Karya Pramoedya Ananta Toer

Resensi Buku Kumpulan Puisi "Melipat Jarak" Karya Sapardi Djoko Damono